Titik Tumpu
Secawan bangga di sisisipkan pada selembar buku harian, makna hidup kini singgap di sela-sela kerunyaman, datangnya perlahan mensibolisaasikan kedewasaan. seseskalia pertanyaan keluar. Hidup seperti apa yang ingin kau jalankan?
Kenyataanya hidup ini hanya seperti; lembaran kertas kosong tak bergaris, cenderung seperti wadah, yang terbentuk oleh pikiran itu sendiri. Apa yang menjadi identitas diri, itulah yang akan terlihat oleh mata awam yang telanjang, topeng hanya mampu melindungi, pada jangka waktu yang tak bisa di prediksi.
Horoskop dan tarot tak sepenuhnya menjamin satu kebenaran, ini bukan hanya tentang hidup, ini hanya separuh tentang kenyataan, yang dominan di beri nyawa oleh setiap tindakan. Namun bukan berarti harus memaksakan seseorang, untuk sepaham dengan logika dari pola pikir sendiri.
Manusiawi? adalah satu kata kunci, bagi mereka yang memahami seluk beluk kehidupan, sedangkan Sempurna? menjadi kata kunci, bagi sebagian orang yang merasa derajatnya, harus di mengerti!" oleh mahluk berakal yang telah berada di titik bhalig.
Dan banyak dari kita tak memahami elemen tersebut, kecuali kita kembali ke kata kunci sebagai manusiawi. Karena pada dasarnya? apa yang tidak mampu di tembus oleh imajinasi dan pikiran, adalah rahasia dari Pemilik segala elemen dalam semesta beserta isinya.
Komentar
Posting Komentar