Kesah Januari

 Gerimis desember tahun lalu masih  menggericik di sela-sela semangat tahun ini, dinginya selalu menghantui di setiap kesendirian. Kali kini ku coba isi dengan senandung lirik jawatan, menghampiri sisa luka dan mencoba menyembuhkan. 


Bagaimana adanya persoalan ini datang dan begitu runyam. Melihat seseorang yang kita kasihi duduk bersanding bersama seseorang, dengan lebel si kesatria tanpa pedang, menguncapkan kalimat ijab beserta segala sumpah serapah lainya. Seraya mendoakan agar hidupnya sakinah wamadah warohmah.


sesekali aku menggurutu pada garis takdir, bahwa pengembaraan si jejaka begitu kompleks dan bergerigil, membalut kerancuan pada sekujur kesederhana, menjejali segala harap pada segenap penerimaan.


apakah sudah waktunya hati ini berlabuh pada penerimaan suratan dengan lapang dada? Bahwa setiap rencana memang tidak selalu berlaju pada rima. karna aku sekarang sedikit mengerti, tangganku terlalu kecil untuk semua raga yang ingin dilindungi.

Komentar

Postingan Populer