Terimakasih dan Semoga
Kepada jasad yang selalu kokoh menerja ombak kehidupan, semoga kuat tak menemui titik legam. Jika ada penat menyumbat di setiap lajumu, maka datanglah pada istirahat, akan ku ucapkan terimakasi sebanyak bintang di semesta sana, barangkali membuat binarmu kembali menyala.
Kepada lisan yang selalu menyembunyikan lelah dan gelisah, semoga ucapmu tak menemui kebohongan. Meski banyak sebab membuat kita terjebak pada kebodohan, kuharap selalu ada alasan untuk tetap membuat kita berdamai dengan semua orang.
Kepada hati lembut yang selalu menebarkan kebaikan, tetaplah menjadi sejuk di tengah padang gersang. Mungkin perjalanan ini bisa sampai di titik usang, tapi akan kuupayakan, untuk membuat segala angkuh menjadi luluh disetiap perjalana.
Terimakasih,
untuk binar redup yang tak sirna, untuk hidup yang masih ada. Hingga kini; entah tawa atau luka aku harap raga ini selalu bisa melewatinya.
Dan semoga;
Kepada hari esok pada mimpi yang tak terbeli, kembali ku kencangkan seikat tekad pada seongkoh semangat di pintu-pintu penuh cita. Melangitkan mantra. Memaksimalkan upaya. Menajamkan setiap indra agar tak gampang dikelabui dunia.
Dan semoga;
Hari esok itu nyata datangnya sebagai hari-hari damai penuh suka-cita, menyirami dengan segala daya upaya, agar dapat tubuh subur sampai halaman tetangga. Kita usahakan setiap cacian itu menjadi sebuah kebanggan, supaya kepala ini menyadari bahwa pengandalan diri adalah satu-satunya jalan menuju pembuktian.
Komentar
Posting Komentar