Belenggu

 Saat gerimis tiba di beranda, sepasang rindu pun jatuh tersedu di langit gelap. Sejak itu, ribuan puisi cinta terlahir dari rahim waktu. Jadi, mari kita tuang rindu ke dalam cangkir kenangan, menyesapnya lembut, menikmatinya dengan ketabahan paling dalam, penuh kebahagiaan.

Yang terjadi saat ini, aku masih di sini terus bermediasi dengan hati, terkadang bergumam dengan bayangan diri, umpama damar yang menyala malu-malu di dalam kamar, seperti pucuk tulip yang di terpa angin, mungkin seperti itulah kondisi hatiku saat ini. Aku masih saja berselimut ragu, bergelut dengan malam, yang selalu mencemooh kesendirianku. entah sudah terbiasa!" atau termangu oleh cerita di masa lalu?

Siap tidak siap, terbit sudah akhir ceritanya. Halaman terakhir yang berisi paragraf-paragraf terakhir, harus segera ditutup agar perasaan berhenti mengalir. Karena aku percaya, cara terdahsyat untuk menutup luka lama, adalah dengan kembali jatuh cinta. Hatiku telah mengizinkanmu berbahagia, walau bukan aku lagi sebagai alasannya.

Walaupun pinta di do'a kita tak lagi sama, semoga saja engkau tetap menjadi jiwa, pada raga aksara, menjadi nadi pada setiap kalimatnya, sebab engkau pharagraf setiap prosa ini, adalah satu senyawa yang bermukim di alam imajinasiku.

Komentar

Postingan Populer