Tabiat Takdir
Untuk sekian kalinya waktu membuktikan bahwasanya kehendak Tuhan tak pernah salah. Sebagian takdir yang datang adalah ujian, dan sebagian memberikan kita pelajaran. Sekarang, aku benar-benar menyadari pintaku yang beruntun menodong Sang Pencipta itu telah keliru sejak semula. Dia Maha Tahu segalanya.
Saat kepergianmu memahat duka di nisan dadaku. Sejumlah tanya menghantui kepala serupa arwah penasaran dari mimpi yang telah dibantai habis-habisan. Berhasilkah kau menidurkan rindu yang dulu buas itu? Pelukanku yang manakah yang telah kau hapus jejaknya? Atau pengorbanan manakah yang tak lagi menemukan harganya, dimatamu?
Aku tak pernah lupa tabiat paling menyakitkan yang kau gunakan untuk membalas kesetiaanku. Saat debar berloncatan keluar dari raga, dan aku harus merangkak untuk mengumpulkan kembali detak yang berserakan itu. Aku akan mengingatnya sebagai catatan penting dalam lembar perjalanan jejaka, sebab mereka yang melupakan sejarah akan dikutuk untuk mengulang kebodohan yang sama. Panjang umur lah, setiap langkahmu ku doakan agar kau tak pernah lupa kejammu.
Komentar
Posting Komentar