Sajak tentangmu abadi
Anggap saja pertemuan kemarin hanya sebatas basa basi, jangan pernah temui aku dalam kesengajaan manapun lagi, sebab aku sudah berusaha mati-matian untuk melupakanmu. Abadilah dalam keasingan ini puan, kau dan aku sudah tak searah lagi, mata teduhmu tak akan kutatap lagi, pergilah dan jangan pernah kembali lagi, aku sudah jatuh bangun mempertahankan hubungan namun aku dikalahkan oleh ego ku sendiri.
Seakan-akan mata teduhmu menyuruhku pergi dan menghilang dari hidupmu maka akan kupastikan aku adalah hilang yang tak akan pernah kau temukan di sudut bumi manapun itu. Jangan pernah datang lagi, jangan pernah temui aku lagi, aku sudah menahan hatiku untuk tidak akan mencarimu lagi. Aku sudah menahan jariku untuk tidak mengirim pesan kepadamu lagi, aku sudah hampir mati dibuat seperti ini.
Tentang rindu! Tentu saja aku rindu, tapi biarkan kali ini airmata ku jatuh untuk rindu yang tidak kesampaian ini. Pergilah cinta, jangan kembali lagi ke rumahku yang sudah tak kokoh ini.
Kau tidak perlu mengkhawatirkan diriku, selepas dari ini aku akan menepis rasa cinta ini, luka ini biarkan aku yang akan menjahitnya sendiri dan untuk kecewa ini biar aku yang merajutnya sendiri agar tidak adanya kebencian atas cintaku. Abadilah dalam keasiangan ini puan, camkan dalam hati bahwa aku adalah bentuk dari luka yang kau berikan, jangan cari aku di manapun, carilah aku di penyesalanmu.
Komentar
Posting Komentar