Muson
Kini alam sedang bersedu-sedan tidak bisa lagi di ajak berbincang empat mata, tidak sempat mengobrol perihal A atau Z kah untuk hari esok agar bisa menghirup udara, sudah akan di bawa perginya rasa iba itu oleh angin muson dari timur di bulan selanjutnya.
Lantas masih pantaskah rasa januari ini bertandang pada segerintik hujan di tengah-tengah badai april. Maka termaktub sudah rasa sedu-sedan itu pada tiga bulan pertama walupun terhimpit luka setidaknya akan samar oleh rasa lapang dada, sudah waktunya mencoretkan keindahan pada seikat sumpah jejaka penuh noda
Wahai, Pikiran, rehatlah! Dari kelelahan berjalan terpincang-pincang di bawah langit Tuhan ini.
Untuk itu berhentilah sejenak, mari sedikit menyepi merenung di bawah mentari pagi, menikmati hawa, kicauan burung, suara gemericik air mengalir, pun panorama pagi yang masih perawan disetubuhi kabut; dan berharap alam memeluk dengan bijaksana.
Komentar
Posting Komentar