Terampas

Ini hanya sekumpul abjad yang merindu, Ingin bersatu menjadi sebait kalimat yang padu, Sedari awal terpaku kepada purnama rasanya sajak kini hilang makna,Abjad itu hanya berhasil kurangkai, setelah carut marut perasaan dan akal tak pernah reda dan pelik untuk berkobar. 

Apa kabar?

Satu kata ini saja yang kutemui maknanya,Selepas itu, semua hilang seketika.Kata yang menjadi kalimat, dalam satu paragraf ini terbawa angin malam kala itu, Melambung dengan anganku yang tak kunjung padam. Ini semua masih tetap sama,Meski katamu perasaan akan hilang seiring dengan berjalannya waktu,Bagiku itu hanya kalimat semu.

Nyatanya aku masih terjebak di poros itu menggartikulasikan setiap detik detak nadi, termagu namamu di pintu-pintu lembah ke hampaan. Jadi, kau tak perlu resah. Biar aku sajalah yang menggembara ke dalam goa hati sebelum mati rasa haus merindui. 




Komentar

Postingan Populer