Hilir ke hulu
aku kira kemarau akan segera tiba, sudah terlalu banyak episode yang menguras keringat dan air mata. Apakah di bulan ketiga ini semua akan tetap sama? Hujan yang desember lalu aku semoga-semogakan sekarang malah membanjiri hati yang kau tinggalkan. Maka mulai saat itu hati ku adalah sungai yang tak terbendung kini dia mengalir dari hulu menuju hilir yang tak berujung, sebelum kembali menjadi uap hujan yang menggerimisi ingatan di setiap tetesanya.
Jika saja dahulu engkau tidak pergi mungkin hujan tidak akan pernah aku benci, karna sedari awal aku hanya suka romansa hujan yang ada dirimu. menikmati nuansa basahnya dermaga dan syahdunya gerimis tatkala petang datang,hingga indahnya malam menjemput pertanda perjalanan malam kita akan segera usai.
Namun kini malam indah itu tak akan pernah kembali berlabuh, karna nyatanya kau sudah punya nahkoda yang lebih tangguh. Dan aku hanya terombang-ambing di lautan kecewa sebelum akhirnya temggelam di palung yang bernama sengsara.
🫠🫠
BalasHapus