Kareem
Rahmat yang melimpah ruah amat indah mengandung berkah, meski ia hanya sekejap singgah tuhan jadikan ia bulan penuh karamah, dari seribu bulan ia yang paling mulia. Serayak doa-doanya di istijabah.
Begitupula menghampiri subuh; bait-bait hijaiyah itu selalu melantun sendu, dari surau megah di tengah pemukiman desa, lantunanya mengalun seolah menerobos ke relung sukma yang tandus, seakan-akan menyirami labun dengan taqwa dan kebijaksanaan.
Kini aku sendirian menakar waktu di atas kertas, serta menabur do'a di gerbang pengampunan,berharap!" Sang ilahi memaafkan dosa-dosa yang sepat di banggakan, meminta agar di fitrahkanya segala bentuk kedzoliman di dalam diri setiap insani.
Komentar
Posting Komentar