Sembrono



Seterusnya aku tidak akan peduli lagi perihal nestapa. Aku hanya ingin menikmati setiap pergantian detik dengan membembuang semuanya, secara bersamaan aku muak dengan kegelisahaanku atasnya. 

Baru kali ini aku mendapati keanehan dalam diriku sendiri. Terus menerus membiarkan dua keinginan berseteru di dalam kepalaku; kepasrahan dan perlawanan.

Aku merasakan keadaan yang tidak biasa, semua terjadi dengan tiba-tiba, tahap demi tahap menjadi semakin intensif. Di satu sisi aku berniat secara tegas untuk menolak ketidakberdayaan menepis ingatan perihal luka di masa lampau, di sisi lain aku membiarkannya menari-nari merayakan keberhasilannya mengganggu pikiranku. 

Sungguh energiku terkuras habis. Bahkan untuk menentukan pilihan pada dua hal yang sudah jelas warnanya pun masih abu-abu. Bertahan di zona yang sedemikian itu benar-benar sebuah kerumitan. Anehnya, aku seolah malah menikmati orientasi berputa-putar ini.

Komentar

Postingan Populer