Pah


Mana mungkin aku baik-baik saja selepas pergimu, pergimu telah benar-benar mengubah segalanya dalam hidupku, awan gelap selalu menaungi hari-hariku. Tidak ada lagi bias warna-warni pelangi yang menghias ruang hidupku seperti yang selalu kau lukiskan dulu.

 Dunia begitu bajingan pah dan aku harus menghadapinya sendirian tanpa pegangan, aku harus melindungi diriku sendiri dari berbagai ancaman,mentalku dihajar habis-habisan dan aku harus pura-pura kuat ditengah kehancuran yang kupeluk sendirian. Peranan ini teramat berat untukku lakonkan,apa aku akan sanggup dan akan tetap tangguh setangguh engkau dulu kala dalam perjuangan.

     Selepas enkau pergi,apa engkau tahu?

Aku selalu berpura-pura kuat,tanpa pernah ada yang menghampiriku,merangkulku dan bertanya "kenapa?",tidak pernah ada yang menenangkanku dalam damainya sebuah pelukan,tidak pernah ada lagi jari halus yang menghapus tangisku dan mengukirkan kembali senyuman dibibirku, aku selalu menyembuhkan luka-lukaku sendirian.

    Selepas pergimu aku dituntut untuk berdiri sendiri diatas kedua kakiku yang lumpuh,tak ada lagi genggam tangan yang menuntunku dari kegelapan langkahku,yang menguatkanku dari rapuhku,yang menopangku kala jiwaku runtuh.

Tidak ada belai lembut penuh kasih dan sayang yang menentramkan,tidak ada dada bidang penuh ketulusan sebagai sandaran,tidak ada belas,tidak ada kasih terulur kalaku terjatuh,terkapar,merangkak meniti begitu rumitnya jalan kehidupan.


Komentar

Postingan Populer