Ilustrasi januari

 Januari sudah hampir usai, ia kemarin datang dengan membawa badai hujan, bahkan sekali lagi guyurnya menciptakan gigil yang tak dapat dipulihkan.


Januari kita telah berlabuh pada halaman luka, gusar ia oleh sebab cedera, lalu menjelma kenangan dengan rona kebiruan, menyatukan beberapa rima di tubuh tulisan yang dipetik dari ingatan masa silam, dimana waktu rindu pernah sangat kita agungkan.


Tapi tak apa, jika luka perih tidak sertamerta lekas pulih, jika nabastala bukan lagi melukis warna warni pelangi di hati kita, sebab sepatutnya hujan pun tidak lantas memadamkan apa-apa, entah sederas rindu yang mengguyur atau seribu terka di kepala, tetap saja bertandang bahkan ketika hujan reda. Aku masih disini puan, memilin rindu di tubuh sepi, tempat dimana kita mengawali pertemuan dan menautkan takdir yang pada akhirnya kau patahkan.

Komentar

  1. Lantas apakah kemudian Februari sudah ada tanda bahwa rindu akan reda?

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer