Kini dia dewasa
Hatinya telah mati, dia kehilangan seluruh rindu, cinta, bahkan bahagianya hanya pura-pura semata, derita yang kau suguh kan terlalu sempurna hingga membuatnya selayak orang gila.
Dia meracaukan sebuah mimpi pada harap paling pagi, pada air mata paling deras dan pada hati paling terkoyak, dia kini adalah kehilangan paling nyeri, tak lagi mengenali diri bahkan untuk sekedar menghitung jumlah jari.
Dunianya kini hanyalah sepi tanpa kobaran nyala api, gigil telah membekukan seluruh asa yang ada, dia terlena, dia tak lagi mampu membedakan antara cinta dan dusta, hidupnya kini dimiliki kegelapan dan dia masih tertawa lepas.
Komentar
Posting Komentar