Harap ralat
Kita kembali bertukar idea, mencari ingat perihal peluk yang telah menjauh dari pelupuk mata. Kita selalu membaca rindu pada permulaan awal kalender yang masih baru, tapi tak sampai pada genggaman yang menghangatkan sekaligus melapangkan dada.
Cemas yang kau kemas setahun yang lalu, menjadi jimat yang tak lagi menenduhkan pandang, sebab perihal mencintai; telah kau letakkan pada sebuah kalimat bernama tiada.
Aku masih merawat ingin, tentang pertemuan-pertemuan yang harus kita tuntaskan sebelum dingin yang meninggalkan tanda tanya : tentang masihkah cinta dan rindu beradu dalam padu padan kasih dan sayang?
Aku masih diam-diam berbagi cerita bersama ringkihnya waktu yang sesekali membenamkan rindu ke dalam dada yang juga diam-diam mulai meniadakanmu.
Komentar
Posting Komentar