Dinakodai

 Berapa jauh lagi akan berlari? Hingga hampir mati dibuat kehilangan arti, berkali-kali membangun mimpi agar teradministrasi, namun harus kembali rubuh oleh kenyataan pahit yang terus menghantui.


Jalan yang terang masih terus kucari, sering kali tersesat namun tak ada yang tau, mencoba menguatkan jiwa yang rapuh sebab karenanya.


Entah sampai kapan? Sebuah pertanyaan dalam angan terjawab dengan elegan, sedangkan kewarasan perlahan-lahan mengikisi altar pikiran.


Dan ini bukan tentang kepedihan, apa lagi  protes atas hidup yang sudah menjadi perjalanan. Melainkan tentang seseorang yang berusaha untuk tetap tenang, dari anotasi yang nonvalidasi.

Komentar

Postingan Populer