Rehat

 Sudah saatnya raga ini bersembayang pada kasur berseprai putih bergari-garis merah, merehatkan raga yang lapuh di bantal yang lapuk di penuhi lelah riuh. Memeluk lagi mimpi-mimpi yang sirna diterpa realita. Membisikan lagi pada jiwa bahwa dunia memang berat sebelah dan semuanya harus benar-benar mengorbankan jiwa dan raga.


Apa yang salah dengan rehat sejenak?   Hingga ratusan kali abaikan jiwa raga yang kelelahan, berlari sendirian di tengah badai tak bekesudahan. Memerangi standarisasi manusia yang haus validasi di era digitalisasi yang tak pernah mati.


Namun aku tegaskan sekali lagi, bahwa istirahat sebentar bukan lah menyerah. Memprotes atas segala sesuatu yang di luar ekspetasi adalah istirahat paling indah, setidaknya tidak ada tumpukan risau dan lelah yang harus di simpan di meja hati terdalam hingga saat ini.

Komentar

Postingan Populer