Perempuan opera

 Perjuangan yang kemarin aku bangga-banggakan, seperti pertunjukan kecil di pusat keramaian. Seakan-akan kau menemukanku dalam sebuah hubungan yang tercipta atas rasa kasihan. Aku tidak menyangka kita akhirnya akan saling menyakiti. Kamu menyakitiku, dan aku menyakiti hatiku sendiri.

Tapi, setiap malam aku masih menunggu kamu datang. Siapa tau, kamu akan kembali, dan menjelaskan padaku lakon apa yang kemarin sedang kamu mainkan. Karena hingga malam ini, malam dimana setelah kamu pergi, kamu masih mejadi pemeran utama dalam sebuah buku " Cakrawal Cinta ".

 

Dan mungkin sebeneranya aku masih cinta deanganmu. Itulah mengapa aku menulis tentangmu, tentang kehilanganmu.


Tapi, kalau dengan seluruh penantian aku masih saja menerima pengabaian, tentu secepatnya aku akan ditampar peneyesalan. Tapi ada satu hal yang mungkin harus kamu tahu. Bahwa terlepas dari aku mencintaimu atau tidak, aku tetap seorang manusia. Punya titikk jenuh sebagai alasan untuk pergi menuntaskkan duka.


Komentar

Postingan Populer