Efemeral
Sudah aku kubur,sudah ku buang semuanya perihal kata asmara. Tak ingin lagi hati ini berlabuh pada dermaga yang banyak kapal-kapal bertamu. Namun sialnya, lagi-lagi aku terjebak pada segitiga bermuda. Aku yang jauh disini bersebrangan dengan kau yang indah disana, terpisahkan oleh cakrawala dan orang-orang dalam alur cerita kita.
Hei puan apakah kau sudah makan? Aku hanya ingin memberitakan disini hanya ada hati merindukan, pada sebuah raga yang tak pernah dipertemukan.
Sejatinya hidup hanya mengadalkan semoga, maka tipis sekali antara jarak manusia dengan rasa kecewa. Itu lah sebabnya mengapa setiap hamba dan tuhanya diberi garis penghubung bernama doa, dan berdoa adalah satu-satunya cara memelukmu. karena kedua tangaku terlalu pendek, untuk rindu yang demikian panjang.
Komentar
Posting Komentar