Kongkalingkong
Entah ini kegilaan atau manuskrip tuhan yang baru aku rasakan. Semuanya benar-benar kacau, aku yang sebatangkara di tenggalamkan kepalung kesengsaraan. Merontah-rontah sendirian tanpa ada satupun tangang yang mau menggapai, jiwaku di lahap kemunafikan insan-insan yang berkedok kawan.
Licik. Sudah jadi makanan sehari-hari bagi kami yang hanya berjuang seorang diri. Dan jahat adalah seni bartahan diri terbaik di bumi, rasa iri dan dengki adalah permulaaan dari hati yang selalu di hianati. Kewarasan moral tak ada lagi, bagi mereka yang bertuhan tapi tetap berlaku seperti tuhan.
Nyatanya hidup itu menyedihkan.antara dimakan atau harus memakan, berlomba mejadi nomor satu dimata tuhan, dengan cara menjadikan insan sebagai batu pijakan. Sekotor ini kah menjadi sang paripurna yang selalu di dambakan.
Komentar
Posting Komentar