Usang
Satu yang sangat ku yakini adalah, semua hal di dunia ada titiknya. Entah itu untuk sesederhana kalimat ini. Atau serumit perasaan ku yang tubuh dan mekar sejak lama. Sadar atau tidak, selama ini kau sudah mengabaikan ku dan anggap ku tak ada. Kau anggap ketulusan ku ini tak nyata. Padahal kau juga tahu bahwa perasaan ku bisa berhenti kapan saja.
Hati siapa yang bersedia terus bertahan pada ketidakjelasan? Hati siapa yang sanggup terus menerus diabaikan?
Aku tidak tau apakah aku salah, atau kamu yang benar-benar sudah lelah. Aku pikir kita ini bersaja dengan cinta seadanya. Walau pun banyak rintangan yang hampir membuat kita senggang. Kita dipaksa kuat atas nama saling sayang, kita dipaksa membuat alur yang hampir lebur.
Entah siapa di sini yang jadi korban, tak tau mana protagonis atau antagonis. Aku atau diri mu? mungkin pada dasarnya kita tidak akan pernah mau mengaku menjadi si pelaku. Karna kita tak tau siapa yang benar-benar berjuang dan siapa yang hanya bermain angan.
Komentar
Posting Komentar